Ketika seni pertunjukan menjadi spirit gerakan penyelamatan bumi dan segala kehidupannya. Performing arts atau seni pertunjukan bisa diartikan sebagai salah satu bagian dari kehidupan budaya. Dengan pengertian tersebut maka seni pertunjukan di Kota Solo bisa mendukung sebutan sebagai Kota Budaya.
SIPA 2012 tak sekedar memfungsikan seni pertunjukan untuk keperluan persoalan kesenian. Namun dari seni pertunjukan, baik itu dari wilayah tradisi atau pun dari wilayah modern, SIPA 2012 juga harus bisa menjadi sarana untuk memunculkan semangat kebersamaan.
Menjadikan performing arts atau seni pertunjukan sebagai alat pemersatu semangat kebersamaan. Seni pertunjukan yang dimaksud bisa dari wilayah etnik (tradisi), modern atau pun kontemporer. Sementara bentuk pertunjukan bisa berupa sajian seni tari, teater atau pun musik.
Jika seni pertunjukan itu telah hadir dengan berbagai latar belakang kultur budaya, energinya akan disatukan dalam sebuah semangat yang sama. Menjadi sebuah pergelaran akbar berskala internasional yang dikenal dengan titelnya :
Solo International Performing Arts (SIPA) 2012.
sumber: http://sipafestival.com/id/tentang-sipa/event-sipa/sipa-2012/
Tampilkan postingan dengan label solo city. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label solo city. Tampilkan semua postingan
Kamis, 17 Mei 2012
Rabu, 09 Mei 2012
Selasa, 08 Mei 2012
Inilah Rute Bus Tingkat Werkudara
Posted by Irfan Blog
On 22.07
Barangkali banyak dari wisatawan yang belum mengetahui rute perjalanan dari Bus Tingkat Werkudara. Berikut ini dapat dilihat:
sumber: Dishubkominfo surakarta
Rute bis tingkat wisata WERKUDARA
silakan nikmati sensasinya
utk lebih jelasnya silakan hub sandi mulyanto 085229790462 atau Indri Nur Hidayah 085642005156 untuk pemesanan tiket.
harga tiket 20 rb/org utk keberangkatan sabtu, minggu dan hari libur, jam 9, 12 dan/atau 15
harga sewa 800 rb/max 3 jam.
Rabu, 08 Februari 2012
SOLO BATIK CARNIVAL 5 Angkat Keindahan Relief Candi
Posted by Irfan Blog
On 07.39
Setelah sukses dengan empat perhelatan sebelumnya, ‘Solo Batik Carnival’ (SBC) siap kembali membuat gebrakan. Dalam ‘SBC 5′ yang digelar akhir Juni nanti, keindahan relief candi akan diusung menjadi daya tarik tersendiri.
Direktur Artistik ‘SBC 5′, Bambang Besur, saat berbincang dengan wartawan di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Selasa (7/2/2012), mengatakan pihaknya akan mengangkat relief empat candi fenomenal di Indonesia. Diuraikan Besur, kisah dalam relief Candi Prambanan, Borobudur, Singosari hingga Penataran akan diterjemahkannya dalam kostum dan konsep pentas.
“Setiap tema yang diusung ‘SBC’ selalu melalui riset. Untuk kali ini, kami mengangkat candi sebagai benang merah karnaval. Ini bentuk penghargaan kami terhadap candi yang merupakan salah satu warisan peradaban,” tuturnya.
Menurut lelaki yang juga pengajar di pascasarjana ISI Solo ini, relief-relief dalam candi mampu menyampaikan nilai moralnya tersendiri. Dalam perhelatan nanti, pihaknya akan mengangkat relief kisah seperti Syailendra di Borobudur, Ramayana di Prambanan hingga Sri Tanjung di Penataran. “Semua akan diaplikasikan dalam kostum batik dan instalasi panggung. Jadi nanti akan ada replika candi-candi, garuda, Dewi Saraswati sampai Dewa Wisnu menari.”
Karena ‘SBC’ kali ini kembali digelar malam hari, pihaknya telah menyiapkan tata lighting yang lebih maksimal. Di samping itu, imbuhnya, ‘SBC 5′ ingin memperkuat konstruksi stage berikut tata ruang panggung.
Lebih lanjut, pihaknya kini telah menjaring setidaknya 200 warga Solo yang berminat berpartisipasi dalam ‘SBC 5′. Seperti diketahui, ‘SBC 5′ telah membuka pendaftaran sejak 1 Februari lalu.
“Pendaftaran masih dibuka hingga 15 Februari mendatang. Setelah itu, kami akan menggelar workshop perdana pada 19 Februari,” pungkasnya. JIBI/SOLOPOS/Chrisna Chanis Cara
Sumber : SOLOPOS
Kamis, 26 Januari 2012
Trans Studio Solo
Posted by Irfan Blog
On 02.51

Rencana akan didirikanya Trans Studio di Solo ditanggapi beragam oleh semua pihak. Dipastikan berdirinya trans studio ini bakal menjadikan Solo lebih berwarna, karena Solo Tetap Berbudaya dan Tetap kekinian. Sehingga Budaya dan Moderenisasi bisa berjalan seiringan.
Dan mungkin akan banyak lagi pilihan untuk wisatawan agar berkunjung ke Solo.
Kita sambut saja kehadiranya dan yang pasti jangan lupakan BUDAYA!!!
Langganan:
Postingan (Atom)












